Di sebuah desa terpencil bernama Linxi, yang terletak ribuan kilometer jauhnya dari desa Surya, suasana pagi mulai diselimuti dengan kesunyian yang pekat. Desa Linxi bukan sekadar tempat biasa, melainkan desa kecil yang tersembunyi tempat para alchemist meneliti berbagai tumbuhan dengan penuh dedikasi. Mereka beserta keluarganya tinggal di tempat terpencil untuk merawat tanaman-tanaman langka yang memiliki energi mistis dan khasiat luar biasa. Pohon-pohon tua yang rindang membentuk dinding alami di sekeliling desa, menahan angin dingin yang datang dan menjaga agar desa tetap terlindungi dari bahaya luar.

Namun suasana sepi itu tidak berlangsung lama, tiba-tiba saja belasan kultivator muncul dipimpin oleh seorang Grandmaster Bumi datang dan menangkap mereka. Para alchemist yang fokus meracik dan membuat pil serta ramuan, tidak memiliki tingkat kultivasi yang tinggi sehingga dengan mudah para penjahat menangkap mereka serta keluarga.

Selain para alchemist, di desa Linxi tidak sedikit penduduk desa tanpa kemampuan kultivasi yang bertugas untuk membantu mencari bahan dan merawat tanaman. Mereka semua di kumpulkan menjadi satu tanpa bisa melakukan perlawanan. Para penduduk merasa heran melihat para kultivator yang biasa menjaga desa mereka sudah tidak terlihat lagi sejak tadi malam.

"Siapa kalian?" tanya seorang alchemist yang sudah lanjut usia.

"Kalian semua beruntung. Kami keluarga Baihuan membutuhkan kemampuan kalian untuk memperkuat keluarga kami." kata Pimpinan Baihuan.

"Huh, jangan harap kami tunduk dengan kalian. Apa kalian tidak tahu apa resikonya menyakiti seorang alchemist? Seluruh alchemist di dunia ini akan memusuhi kalian. Jangan harap ada satupun alchemist kelak yang akan bersedia membantu kalian." kata alchemist tersebut dengan nada marah dan mengancam.

Pimpinan Baihuan tertawa,"Dunia ini akan bertekuk lutut di kaki kami. Kalian para alchemist hanya bisa tunduk jika masih sayang nyawa."

Dia lalu memandang anak buahnya, " Tangkap mereka semua! Pisahkan para alchemist dengan yang lainnya." perintahnya dengan nada tegas.

Suara tangis para penduduk yang sebagian besar keluarga dari para alchemit dan caci maki yang keluar dari para alchemist terdengar memenuhi desa terpencil tersebut. Jumlah alchemist di desa tersebut berjumlah puluhan, ditambah keluarganya, penduduk desa tersebut berjumlah ratusan orang.

Desa Linxi berada dibawah naungan kerajaan Muyun yang di pimpin oleh Raja Mu Qingfeng. Sekte terbesar di kerajaan ini adalah sekte Akar Kehidupan. Sesuai dengan namanya, sekte ini menghasilkan banyak ahli kultivator dengan berfokus ada elemen kayu. Sekte Akar Kehidupan bekerja sama dengan kerajaan Muyun dengan mengirimkan para murid atau orang-orang yang memiliki bakat bagus untuk dikirim ke desa Linxi guna berlatih alchemist.

Biasanya desa tersebut selalu aman karena di dunia ini tidak ada yang berani menyakiti para alchemist karena takut dengan persatuan mereka, dan pihak sekte dan kerajaan juga mengirimkan beberapa penjaga untuk memastikan keamanan mereka. Namun tanpa ada yang mengetahui, para penjaga tersebut sudah dibunuh tanpa jejak di hari sebelumnya oleh para keluarga Baihuan sebelum mereka beraksi. Mereka harus memastikan gerakan mereka tidak diketahui pihak lain.

Sementara itu, di bawah terik sinar matahari, seorang pria paruh baya berusia tiga puluh tahun dengan jubah panjang bercorak khas penduduk Benua Tianzhou terbang melayang di atas desa Linxi tanpa ada satu orangpun yang menyadari. Pria tersebut dalam perjalanan panjang dari Benua Tianzhou melewati lautan, dan kini desa pertama yang berhasil di temukannya terlihat menarik perhatiannya. Matanya yang tajam dan waspada mengamati setiap gerak-gerik di sekitar desa. Ia adalah sosok yang penuh misteri. Memiliki aura kuat tersembunyi dan merupakan sebuah ancaman.

Pria itu tidak memiliki nama asli. Pimpinannya memberikan dia nama Channa Satu, seorang agen rahasia hasil percobaan rekayasa genetika yang dikirim oleh Komandan Vex dalam misi rahasia dan penuh risiko. Untuk memasuki dunia ini, mereka hanya mengenal kordinat di kota Zhurong. Untuk menghindari pertemuan langsung dengan Lynx dan merusak rencana mereka sebelum siap, Channa Satu diperintahkan menjelajah jauh dari kota Zhurong, yaitu ke benua lain, untuk mengamati dan menilai kekuatan penduduk dunia ini. Tujuan utamanya tidak hanya pengintaian, tapi juga membuka jalur komunikasi dan penghubung antara dunia kultivasi dengan dunia asalnya yang penuh teknologi canggih.

Selain itu, Komandan Vex berniat menguji kemampuan Channa Satu, yang merupakan hasil percobaan pil super yang didapatkan dari ingatan Profesor Lala. Meskipun formula pilnya telah diubah karena bahan utama sudah dimusnahkan oleh Profesor Milo, ayah dari Lala, Channa Satu tetap berhasil di ciptakan dengan kekuatan fisik luar biasa, kecepatan yang bagaikan kilat, kekuatan yang mampu merobohkan gunung, dan daya tahan tubuh yang luar biasa kuat. Namun, Vex sendiri masih meragukan apakah Channa Satu bisa menandingi Lynx, karena firasatnya sebagai orang yang sudah biasa berperang mengatakan bahwa Lynx masih belum mampu mereka kalahkan dan perlu persiapan yang lebih matang. Mereka memperkirakan kekuatan Lynx berasal dari dunia kultivasi, itu sebabnya komandan Vex memerintahkan Channa Satu untuk mempelajarinya dan mengumpulkan data untuk proyek manusia super berikutnya.

Setelah beberapa jam melewati benua dan lautan, di Benua Nanhuang, Channa Satu menemukan sebuah desa dan memeriksanya. Setibanya di atas desa, dia merasakan gelombang energi yang kuat berasal dari para penduduk yang ada di bawahnya. Ia melihat ada beberapa orang yang terlihat tangguh sedang memaksa para penduduk.

Penuh rasa penasaran sekaligus kewaspadaan, ia menyiapkan diri untuk bertarung, ingin menguji batas kemampuannya melawan penduduk asli tersebut. Namun, sebagai langkah awal yang tak boleh diabaikan, ia mengaktifkan perangkat komunikasi rahasia yang menempel di lengannya. Dengan gerakan cepat, ia mengirim sinyal koordinatnya ke satelit yang mengorbit di dunianya, memastikan bahwa titik kordinat yang jauh dari titik awal sudah dia temukan sekaligus agar setiap gerak-geriknya dapat terekam dan dapat dianalisis oleh tim di markas besar.

" Tangkap mereka semua! Pisahkan para alchemist dengan yang lainnya.” teriak salah satu orang dengan suara penuh tegas dan penuh tenaga.

"Channa Satu, Bagaimana situasi disana?" Kata Komandan Vex melalui transmisi alat komunikasi mereka.

"Penduduk asli di temukan, menunggu izin untuk menguji kekuatan mereka." Channa Satu mengarahkan kamera perangkat yang dia bawa untuk dapat di analisa komandan Vex. Karena melalui medan energi dimensi yang kuat, perangkat mereka tidak bisa terlalu lama terhubung, sehingga rekaman perjalanan Channa Satu akan di periksa setelah kembali.

"Lakukan! Pastikan tidak ada saksi. Musnahkan mereka semua!" Perintah Komandan Vex dari balik meja kerjanya.

Channa Satu tersenyum,"Ini saatnya menguji kemampuan mereka."

Tanpa ragu, tubuhnya melesat keluar dari persembunyiannya, melaju cepat membelah udara dan mendarat dengan keras di tanah.

DUAR!!!

Debu beterbangan di sekitar Channa Satu. Jubahnya melambai-lambai tertiup angin akibat pendaratannya. Meskipun ia tidak memiliki aliran qi spiritual seperti para kultivator, aura fisiknya tetap terpancar dengan kuat.

"Siapa kamu?" teriak pimpinan Baihuan. Dia tidak menduga seseorang akan muncul tiba-tiba dari langit tanpa dia sadari, ini menandakan kemampuan orang tersebut diatasnya. Dia mencoba merasakan qi spiritual, namun tidak terasa sedikitpun.

"Aneh, apakah dia seorang immortal dan menyembunyikan kekuatannya. Tetapi sehebat apapun menyembunyikan ranah, qi spiritual pasti tetap terasa. Kurasa dia bukan seorang kultivator." batin pimpinan Baihuan.

“Lihat, dia tidak punya qi, bodoh sekali! Bukannya kabur dan melarikan diri, malah datang mencari kematian!” ejek seorang master foundation dengan nada penuh kesombongan.

Tanpa berkata, Channa Satu langsung melesat dan menendang perut master foundation tersebut.

"UGH!... Kau...." Master Foundation tersebut langsung jatuh berlutut. Tanpa rasa iba, Channa Satu langsung menendang kepala Master Foundation tersebut.

"Berhenti!" teriak pimpinan mereka, namun telat. Kepala anak buahnya sudah lepas dari badannya.

“Crack!”

Channa Satu menghantam dada salah satu Master Foundation lainnya dengan kekuatan dahsyat. Suara benturan keras terdengar, Tubuh Master Foundation itu terhempas ke tanah tanpa harapan bangkit kembali. Sorot mata para kultivator berubah, kini mereka menyadari bahwa lawan yang mereka anggap lemah ternyata memiliki kekuatan yang sangat berbahaya.

